Newzoel’s Blog











{Desember 1, 2008}   5.000 Orang, Target Pembantaian Mumbai
Minggu, 30 November 2008 | 21:03 WIB

Satu-satunya teroris yang masih hidup setelah berlangsung pembantaian di Mumbai memberikan keterangan rinci ke polisi India mengenai aksinya yang dimulai Rabu (26/11) lalu. Azam Amir Kasab (21) yang berasal dari Pakistan menjelaskan serangan tersebut telah direncanakan secara rapi enam bulan lalu dan ditargetkan untuk membunuh 5.000 orang.

Kasab mengaku ia bersama sembilan teroris lainnya telah menjalani secara ketat latihan pendaratan dari laut untuk melancarkan serangan di Mumbai. Semula gerombolan teroris ini direncanakan meledakkan hotel Taj Mahal Palace setelah terlebih dahulu membunuh para turis Inggris dan AS serta menahan beberapa sandera.

Namun, di luar perhitungan, gerombolan teroris yang dipersenjatai dengan bahan peledak plastik ini tak berhasil merobohkan gedung Taj Mahal Palace berusia 105 tahun yang terbukti berpondasi kokoh itu. Kasab berpura-pura tewas setelah terpojok oleh serangan pasukan keamanan yang menerobos masuk Taj Mahal Palace.

Saat diangkut menuju rumah sakit oleh mobil ambulan, Kasab diperhatikan oleh petugas keamanan yang mendampinginya masih bernafas. Setibanya di Rumah Sakit Nair, Kasab, yang hanya menderita cidera ringan berkata ke staff medis: “Saya tak ingin mati. Tolong pasangi saya infus.”

Seusai pasukan komando India melumpuhkan pertahanan teroris di hotel Taj Mahal yang berlangsung selama 59 jam dengan menewaskan 3 militan, Kasab menguraikan latar belakang dari serangannya itu. Kasab menggambarkan perintah yang diterimanya untuk menargetkan serangan hingga embusan nafas terakhir itu terhadap ‘warga kulit putih, terutama warga AS dan Inggris.’

Kasab dan rekan-rekan militan lain mengaku sebagai pelajar saat berkunjung ke Mumbai sebulan lalu. Kesempatan itu digunakan Kasab dan militan lain untuk mengambil film “lokasi serangan” serta memahami jalan-jalan di Mumbai.

Kasab menggambarkan bagaimana ia dan seorang rekannya menembak ke arah stasiun kereta api yang padat dengan calon penumpang sehingga menewaskan lusinan orang. Hal itu dilakukan oleh Kasab dan rekannya sebelum berupaya mendekati permukiman ekslusif Malabar Hill untuk meneruskan rencana menahan “beberapa sandera VIP.”

“Syukurlah, rencana untuk menahan sandera VIP itu tak pernah terjadi karena kami berhasil menghentikan upaya mereka itu,” kata seorang polisi. Kasab mengaku sebagai anggota kelompok teroris Lashkar-e-Taiba. Namun, kelompok tersebut membantah terlibat serangan di Mumbai.

India tuduh Pakistan terlibat

Beberapa pengamat politik berpendapat bahwa ada kecenderungan dari pemerintah India untuk menuduh Pakistan terlibat dalam serangan teroris itu tanpa bisa menyertakan bukti kuat. Beberapa laporan spekulatif yang muncul di New Delhi bahkan mengisyaratkan beberapa badan intelijen Pakistan terlibat dalam melatih para teroris yang melancarkan serangan di Mumbai.

Laporan yang beredar menyebutkan salah satu teroris sempat bekerja sebagai pesuruh di dapur Taj Mahal selama 8 bulan sebelum melancarkan serangan. Teroris itu dilaporkan menunjukkan paspor dari Inggris saat mengikuti wawancara kerja.

Namun, manajemen Taj Mahal telah membantah keras laporan tersebut. Beberapa detektif Scotland Yard telah tiba di Mumbai Sabtu kemarin untuk membantu penyidikan kasus ini.

Menuju Mumbai lewat perjalanan laut

Dalam keterangannya selama mengikuti interogasi dengan polisi, Kasab mengaku bersama teman-temannya telah mendapatkan latihan militer selama 5 bulan di wilayah Kashmir yang diduduki oleh Pakistan. Usai mengikuti latihan militer, Kasab dan rekan- rekannya mempunyai waktu beristirahat selama sebulan sebelum melancarkan serangan di Mumbai.

Kasab dan sembilan teroris lainnya yang berkomunikasi dengan BlackBerry memulai perjalanan ke Mumbai pada 21 November. Kasab dan rekan-rekannya yang semula tak dipersenjatai meninggalkan sebuah pantai terisolir dekat Karachi dengan sebuah perahu kecil sebelum dijemput oleh sebuah kapal berukuran lebih besar.

Dalam kesempatan pertemuan itu, masing-masing teroris mendapatkan 8 granat tangan, sepucuk senjata AK-47, amunisi serta sepucuk pistol otomatis. Untuk mengantisipasi serangan yang kemungkinan berlangsung lama, para teroris itu membekali diri dengan buah-buahan kering.

Menurut pengakuan Kasab ke polisi, gerombolan teroris membajak sebuah kapal penangkap ikan yang bertuliskan Kuber dekat batas laut antara Pakistan dan India. Empat awak kapal itu tak diketahui nasibnya sementara satu awak lainnya ditemukan tewas tanpa kepala.

Pada 23 November, setelah mencapai Porbandar di negara bagian Gujarat, 310 mil nautikal dari Mumbai, para teroris dihadang oleh 2 pengawal pantai India. Kelompok teroris ini kemudian melambaikan sebuah bendera putih dan mengijinkan 2 pengawal pantai untuk naik ke atas Kuber.

Kasab menerangkan salah satu militan kemudian menyerang seorang pengawal pantai dengan menggorok lehernya dan membuang mayatnya ke laut. Seorang pengawal pantai lainnya dipaksa untuk menuntun gerombolan militan itu mencapai tujuan mereka sebelum dibunuh saat kapal mereka mendekati Mumbai.

Sepanjang perjalanan, sahabat Kasab, Abu Ismail (25), yang terlatih sebagai pelaut, memegang kemudi Kuber dengan menggunakan perlengkapan GPS. Tiga kapal cepat kemudian menemui Kuber pada posisi 1 mil setengah dari bibir pantai Mumbai Rabu lalu.

Setelah menantikan hingga lampu penerangan di sekitar pantai dipadamkan, Kasab dan para teroris lain mendekati Mumbai dengan berpindah kapal dan menumpangi 2 perahu karet. Dua kelompok teroris itu kemudian berpencar.

Empat teroris dikerahkan ke hotel Taj Mahal, 2 teroris menuju pusat komunitas Yahudi Nariman House, 2 teroris lain menuju restoran Leopold, sementara Kasab dan seorang teroris lain menuju ke sebuah stasiun kereta api.

Saat para rekannya membunuh sandera mereka di hotel Taj Mahal, Kasab dan Ismail melepaskan tembakan ke puluhan orang yang tengah berdiri di stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji pada pukul 22.10 waktu setempat.

Para teroris juga menyerang sebuah kantor polisi dan menewaskan 2 personilnya. Kasab menerangkan ke penyidik bahwa ia dan rekan-rekannya terus membabi-buta melepaskan tembakan ke sebuah stasiun pengisian bahan bakar dan meledakkan sebuah mobil taksi.

Tak merasa bersalah

“Saya telah bertindak benar,” kata Kasab kepada para penyidik. “Saya tak menyesalinya.”
Beberapa sumber menyebutkan hasil tes urin dan darah Kasab menunjukkan ia berada di bawah pengaruh obat-obatan yang membuatnya bertahan untuk terjaga selama menghadapi pertempuran melawan pasukan keamanan India.

Salah satu personil polisi menyatakan: “Ia (Kasab) dengan dingin mengakui tindakannya di hadapan para penyidik dan ia merespon wajah-wajah para teroris yang dikhianati dengan mengangkat bahunya seakan-akan tanpa menanggung beban konsekuensi apapun.”

Berdasarkan bukti terbaru, para teroris itu telah membunuh para korbannya pada saat pertama kali mereka menguasai hotel Taj Mahal. Pasukan keamanan India sempat terkecoh oleh pemikiran bahwa para teroris itu sempat menahan para korbannya sebelum melakukan eksekusi pembunuhan.

Seorang petugas medis di kamar jenazah Rumah Sakit Sir J.J. menerangkan dari 87 mayat yang telah diperiksanya mengindikasikan bahwa pembunuhan itu telah berlangsung sejak Rabu malam.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: